|
Salah satu sahabat Rasulallah yang telah dijamin syurga untuknya sa'at ia masih hidup adalah Abu Bakar Ash-shiddiq. Beliau hidup dibumi Allah hingga usia 63 tahun, hingga wafatnyapun dimakamkan disamping Rasulallah. Menemani Rasulallah sa'at hijrah ke Madinah, Abu Bakar tidak pernah takut akan bahaya yang menimpa demi melindungi Rasulallah, dan tidak pernah berhitung berapa harta yang telah ia keluarkan dijalan Allah.
Abu Bakar adalah contoh manusia yang berhati lembut, sa'at Allah mengingatkannya, ia langsung mema'afkan dan tetap menyantuni familynya yang telah menggoreskan luka pedih karena memfitnah putrinya Aisyah, yang menjadi istri Rasulallah.
Kelembutan
hatinya dalam mema'afkan bersanding dengan kelembutan hatinya dalam
berkasih sayang dan berbagi pada sesama. sa'at waktu fajar tiba, beliau
adalah orang pertama dari para sahabat yang telah memberi shodaqoh,
yang telah bersilaturrahmi, yang telah menolong tetangga, dan yang
telah meringankan beban keluarga dalam pekerjaan rumah tangga.
Begitu
mulianya Abu Bakar dalam bermuamalah dengan manusia, tentu... karena
beliau telah memuliakan hubungannya kepada Allah.... pemilik dan
penguasa seluruh manusia.
Abu
Bakar adalah orang yang selalu menjaga keindahan setiap malamnya untuk
bermunajat kepada Allah, yang selalu menjaga sholat berjama'ahnya,
yang selalu menjaga bangunan puasa wajib dan sunnahnya, yang selalu
basah lisannya dalam dzikir kepada Allah, yang sering menghatamkan
Al-Qur'an dalam hari2nya. dan Abu Bakar adalah orang yang sering
menangis karena takut, harap, dan cintanya kepada Allah.
Keistimewaan
sifat, sikap Abu Bakar tetap terjaga, walau sa'at beliau diangkat
menjadi Khalifah ( pengganti ) Rasulallah yang pertama, setelah
wafatnya Rasulallah.
Ketegaran
Abu Bakar dalam memerangi orang2 yang murtad sepeninggalnya Rasulallah,
ketepatannya memilih panglima pasukan, kemampuannya memotivasi pasukan2
tempur untuk tidak gentar menghadapi kekuatan lawan, mengingatkan untuk
mengikuti aturan2 dalam berperang, seperti tidak berkhianat, tidak
menipu, tidak mencincang musuh, tidak membunuh anak2, wanita dan orang
tua, serta tidak membunuh hewan kecuali untuk dimakan.
Dalam
menjalankan tugas kekhalifahannya, Abu Bakar tidak merasa lebih
istimewa dari yang lainnya. Sa'at sepuluh panji dari masing2 pasukan
akan berangkat perang, Abu Bakar siap berangkat memimpin salah satu
panji, hingga Ali berkeras mengingatkan agar Khalifah tetap tinggal.
Kala pemimpin perang usamah hendak memberikan kendaraannya, Abu Bakar
tetap memilih berjalan kaki sa'at beliau hendak mengantar kepergian
para pasukan.
Keberkahan
dalam kepemimpinan Abu Bakar diakui oleh seluruh sahabat, dan dipatuhi
dengan baik oleh Khalid bin Walid, yang diangkat menjadi pemimpin
perang namun tetap menghormati pemimpin perang sebelumnya, Abu Ubaidah.
Hingga kemenangan demi kemenangan selalu berada ditangan kaum Muslimin.
Mengapa
Abu Bakar begitu istimewa dalam setiap langkahnya, tentu... karena ia
menjadikan Allah sebagai alasannya untuk berbuat, sebagai alasannya
untuk memilih, sebagai alasannya untuk hidup dan mati.
|