Sepeninggal kakeknya, Rasulallah di asuh oleh pamannya
Abu Thalib, diusia 12 tahun Rasulallah telah diajak berdagang ke negeri Syam. Ketika
melewati pendeta Bahirah (ahli kitab [ ... ]
...........................
pernah
ada masa-masa dalam persaudaran kita
kita lekat bagai api dan kayu
bersama
menyala, saling menghangatkan rasanya
hingga terlambat untuk
menginsyafi bahwa
tak tersisa dari diri-diri selain debu dan abu...
pernah
ada waktu-waktu dalam ukhuwah ini
kita terlalu akrab bagai awan dan
hujan
merasa menghias langit, menyuburkan bumi,
dan melukis
pelangi....................................
Seorang pria yang bertamu ke
rumah Sang Guru tertegun keheranan. Dia
melihat Sang Guru sedang sibuk bekerja; ia mengangkuti air dengan
ember dan menyikat lantai rumahnya keras-keras. Keringatnya bercucuran
deras. Menyaksikan keganjilan ini orang itu bertanya, "Apa yang sedang
Anda lakukan?"
Sang Guru menjawab, "Tadi saya kedatangan serombongan tamu yang
meminta nasihat. Saya memberikan banyak nasihat yang bermanfaat bagi
mereka. Mereka pun tampak puas sekali. Namun, setelah mereka pulang
tiba-tiba saya merasa menjadi orang yang hebat. Kesombongan saya mulai
bermunculan. Karena itu, saya melakukan ini untuk membunuh perasaan
sombong saya."
Salah satu sahabat Rasulallah yang telah dijamin syurga untuknya sa'at ia masih hidup adalah Abu Bakar Ash-shiddiq. Beliau hidup dibumi Allah hingga usia 63 tahun, hingga wafatnyapun dimakamkan disa [ ... ]